Thursday, January 9, 2014

Mie Kuali


Bukan
Karena macet itu bisa bikin lapar, terpaksa otak menjadi kreatif.

Jakarta memang bikin penat, apalagi dengan kondisi traffic yang kalo kata Syahrini (bukan idola saya) "sesuatu"!.

Eh lupa, saya mau ngomong soal mie..

karena se kacrutnya jalanan Jakarta, kota ini punya banyak tempat makanan khas daerah lain di Indonesia.

Anyway, karena macet, pandangan menuju ke sebuah kedai. Kayaknya baru, namanya "Mie Kuali"

Mengaku menjual masakan makassar, letaknya deket gandaria, karena ini blog mengenai makanan saya yang pertama, jadi saya lupa catat alamatnya persisnya dimana.

Maaf ya..

Ini penampakan mie nya


Bukan, itu bukan lendir, tp kuah khas makassar, seporsi lumayan banyak untuk harga rp.27.000,-, buat cewe jaim sih kayaknya kebanyakan, disarankan untuk share,  tapi untuk cowo chubby kaya saya, ya.. Lumayan nendang lah! 

Mie nya dibakar, masi ada rasa "bakar" dalam mie nya, tiap sendok punya experience tersendiri. Skor rasa 7.5 dari 10. Mengapa? Karena kayaknya ini sama seperti ifumie sih, cuma beda nama aja.

Silahkan dicoba, kalau lagi macet, Mampirlah.

Daripada bakar ban kan? Mending bakar mie!
Eh atau mie yang dibakar?

Entahlah..

Sampai berjumpa

Tuesday, January 7, 2014

Norak mode on..

Kenapa?
Karena ternyata Ada apps blogger di apps store.

Gratis dan tinggal kita bikin tulisan aja nih..

Bisa macem macem gayanya..
Mulai dari sambil tiduran..

Seperti ini..

Iya.. Kamarnya gelap, kakinya ada cahaya merah, bukan.. Saya bukan nabi maupun Tuhan.

Ga punya kekuatan super power kok.

Kaki saya lagi terpancar lampu yang katanya dibuat dari GARAM!

Hebat ya! Disaat semua lampu berpijar, tapi lampu ini malah memancarkan cahaya yang kubahnya terbuat dari garam..

Merasa diasinin ga sih? Ga dong, karena nyokap ga mungkin salah..

Apa hubungannya ama nyokap?

Karena garam itu asin..

Iya.. Lah...

Udah aah! 
Selamat tidur awesome!

Thursday, January 2, 2014

Maha Besar.

Kalau kata orang tua jaman dulu, "sebisa mungkin kita selalu berdoa dan berusaha di jalankan secara sempurna".

Maksudnya?

ya, ga cuma doa doang sampai heboh, tapi juga usaha.

Ga cuma hubungan ke Tuhan tapi juga hubungan antar manusia.
kadang kita selalu menemukan hal yang berbeda dalam hidup. Perbedaan itu mutlak adanya, dan ga semua orang bisa memahami apa maksud kita.

Tau ga siapa yang selalu memahami maksud kita?

adalah Dia, Sang pencipta.

Dia diam ketika kita berbicara padaNya.

Dia hanya menunjukkan jalan dengan caraNya.

Solusi selalu datang dariNya.

karena dengan usahalah Dia menunjukkan penyelesaian dari semua masalah kita.

Ibaratnya Beliau itu orang yang pendiam, tapi di benakNya selalu ada berjuta juta solusi buat kita, tinggal tergantung dari kita sendiri apakah mau usaha untuk mencarinya.


Semakin sering kita membuka komunikasi kepadaNya, semakin terasa "ajib" dan diarahkan solusinya.

Disitulah seninya berkomunikasi denganNya.

Kita ga pernah tahu kapan Dia memberikan solusi.

Hanya dengan berusahalah kita akan tahu, dan disitulah Beliau selalu ada.

Maha Besar Allah dengan segala kemampuanNya.

Ijinkan saya untuk merasa kecil..

salam.

Sajak Ngantuk

Dear mata..

Kalau saja kamu tau, kontribusi terbesar dalam hidupku..

Pastilah kau akan berteriak!! Hentikan..beri waktu saya untuk memejam.

Biar dibasahi air mata.

Biar saraf tetap menyebarkan getarannya..

Biar kesegaran menghampiri jiwa yang telah dirundung letih.

Letih karena memang sudah saatnya..

Dan jangan lupa syukur kepadaNya.

karena saat seperti ini kita justru merasa kecil dan dangkal.

Semua terjadi karena alasan..

saya ngantuk..itu alasan utama..

Melatih Ikhlas..

Setelah sekian lama ga ngeblog..akhirnya kepikiran juga nambah tulisan..heheheh..maaf ya kalo udah lama ga keluarin tulisan..

Dan saya pun Ge er..karena pengikut saya sedikit bahkan cenderung ga ada..siapa juga yang mau batja.. hihihi.

Anyway, lagi pengen cerita mengenai ikhlas.

Udah lupa apakah pernah cerita mengenai hal ini, tapi kayaknya masi relevan buat dishare.

Emang susah ya kita ikhlas..

Beberapa orang cuma bisa bilang "ikhlasin aja", tapi tau ga sih, subtansi keikhlasan itu?

udah merasa bisa ikhlas? jangankan ikhlas, sabar aja kita sulit.

Katanya kalau dikasi cobaan berarti mau dinaikan derajat olehNya.

yaaaa...beneeer siiiiy..tapi kalo lo ga ikhlas? gimana bisa naik?
gimana bisa jadi bener?

karena derajat kita bisa naik kalo kita berubah..

dari ga sabar jadi penyabar..
dari jiwa panik jadi pemberi ketenangan..
bahkan sesimple dari miskin jadi kaya.

seblum naik derajat jadi sabar, kita harus "ikhlas" dulu gimana rasanya dicaci maki dan dihina ama orang..biar sabaaar!!..

seblum naik derajat jadi sang penenang, kita harus "ikhlas" dulu kalo ternyata sikap panik kita membuat orang lain ga nyaman.

Seblum jadi kaya..kita harus ikhlas dulu kalo ternyata kita tidak sekaya yang kita pikir..alias..miskin..

udah ikhlas belum?

susah loh..coba deh.

*lagi nunggu istri sakit*

Menjadi Pribadi Pilihan

Hi,

Agak kaget juga, ternyata ada www.doetsidoet.com ada disetiap email yang gue sent, maaf bukan bermaksud narsis, cuma simply lupa.. :-) kalau gue ternyata punya BLOG.

Cukup produktif, terbukti nulis setahun paling 1-2 tulisan,itupun kategorinya "shorts", haha..

Sorry ya, lagi berusaha belajar menuliskan apa yang ada dibenak kita kedalam sebuah cerita yang enak dibaca.

Mau coba mulai lagi ya, boleh kan?

Hari ini gue mau ngomong mengenai pribadi pilihan, bukan mas pipu (ini temen gue).

Pribadi yang terpilih, semua orang secara sadar atau tidak, pengen jadi "THE CHOSEN ONE"..

bahkan untuk orang yang introvert sekalipun.

kayaknya konteks "pribadi" disini bukan hanya sikap kita aja, tapi semuanya.

Dari Fisik, yaa ga terlalu mengecewakan laa, ga perlu tinggi tegap,langsing, asal enak dilihat, ini "bungkus" nya.

Ketika "bungkus"nya dibuka (maksudnya diajak ngobrol), barulah terlihat kepribadiannya,

kriterianya tergantung kita, terserah kita yang menilainya.

Pribadi yang enak bagi kita itu apa..

apakah:
- Enak diajak ngobrol?
- Lucu?
- Tegas?
- Lebay?
- ga tegaan?

jadi sebenarnya pribadi pilihan itu apa? karena semua orang punya standar yang berbeda beda.

Itulah makanya, sungguh sulit.
karena pada dasarnya "we cannot make everyone happy".

so, just be yourself.

Yang jelas kita harus menjadi pribadi pilihan dimata orang yang memang menganggap kita "pilihan".

bingung?. gini deh, at least kita harus menjadi "pribadi pilihan" buat keluarga kita sendiri, seperti dimata Bapak, Ibu, Istri, dan Anak.

disitulah sebenarnya letak kebahagiaan itu.

Apalagi kalau mereka sudah menganggap kita sebagai pribadi pilihan.

Do not take things for granted, karena mereka sudah menggantungkan harapan itu ke kita.

Ga usah mimpi jadi pribadi pilihan buat semua.

Mimpiin dulu aja menjadi pilihan keluarga.

coba deh.

Karena saya belum..

Indonesian Idol

Hari ini dapat pengalaman baru ( lagi )..

nonton secara langsung acara INDONESIAN IDOL, maklum karena saya pekerja/jongos/terpaksa, jadilah kudu menonton acara ini.

Agak tergelitik juga, karena kontestannya, jurinya, dan keseluruhan acara.

Dimulai dari Kontestannya kali ya, semuanya punya bakat nyanyi, dan penampilan pun ga terlalu jelek juga, mereka keliatan sekali masih belum berpengalaman ( ya iyalah wong namanya juga newbie), tapi bisa dilihat tingkat kepolosan dari mereka sangat tinggi!, mereka belum merasakan apa artinya jadi seorang bintang, dan sedang meniti kesitu, yah bagaimanapun juga pasti ada kekurangan, dan itu DIMAKLUMI.

kedua JURI, hmm..how should i said it in polite and diplomatic word?

gini deh, katanya seseorang itu dinilai dari komentarnya, jujur aja dari mereka tidak ada yang mencerminkan bahwa mereka layak jadi juri.hehehe.. there i said it.

gue juga ga bisa jadi juri, cuma kasian aja melihat pesertanya..

Yang dikomentari itu kadang ga relevan, dan masih ga jelas apa kritiknya, hell!! kadang hanya komentar nyinyir dan sangat tidak membantu membuat jadi lebih baik.

Apakah tuntutan script? tapi yaa..jangan gitu lah.. kayaknya juri American idol itu masih bisa kok muji kalo bagus, dan beri masukan kalo jelek..makanya pesertanya makin bagus penampilannya tiap episode,

Jadi gimana dong? sekali lagi teori berbicara.. semua orang bisa menjadi pemain, tapi ga semua orang bisa menjadi guru/mentor.

padahal ga diragukan reputasi sang juri, tapi dari pilihan mereka terbukti, bahwa tidak ada satupun yang hasilnya spektakuler kan? karena mereka kayaknya ga bisa liat potensi dari penyanyi ya? hmm..Coba liat tetangga sebelah..mereka berhasil mengeluarkan penyanyi yang berbeda tiap season, meskipun sekarang season ini juga kurang ya.. tapi masi lebih baik lah.

ya Allah, saya kok banyak menulis mengenai Jury ya? hehe.

Terakhir..mengenai acara keseluruhan, sebenarnya aga kasian juga dengan peserta "COBA LAGI AWARD", mereka memang lucu, tapi kok gue ga setuju..

Kenapa? sebabnya itu gue lihat sebagai social punishment!! *aduh extreme word*

Karena mereka membiarkan orang menertawakan diri mereka..
padahal mereka tidak bermaksud itu..

gue liat tadi pas diumumkan, sebenarnya mereka malu, muka mereka ga hepi, karena mungkin merasa jadi centre of humiliation?

ga tau sih..ga bisa baca pikiran mereka juga.

Award seperti itu hanya mengkerdilkan orang!, sebab justifikasi nya menjadi jelas, sebagai ajang untuk mempermalukan diri.

padahal niat dia pertama kali ikut IDOL adalah untuk merubah nasib, dan memupuk kepercayaan diri.

Juga berpikir SIAPA TAU suatu saat nanti jadi IDOL, bisa mengangkat derajat dia dan keluarga.

dan DIBANTINGLAH rasa percaya diri dia dengan Award itu..

Katanya sih IDOL..

*ditulis dimalam yang dingin*